oleh

Qatar Cetak Sejarah Baru di Stadion Zayed Sports City

LENTERA SPORT — Diawali gol overhead kick dari penyerang Ali Almoez dan diakhiri gol eksekusi penalti dari Akram Afif, Qatar mencetak sejarah baru di Stadion Zayed Sports City, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Jumat, 1 Februari 2019 waktu setempat. Kemenangan 3-1 atas Jepang di partai final Piala Asia 2019 mengantarkan Qatar menjadi kampiun di turnamen sepak bola paling bergengsi antara negara-negara di Benua Asia tersebut.

Untuk pertama kalinya sejak dibentuk pada 1970, timnas Qatar akhirnya meraih gelar sebuah turnamen utama di kancah internasional. Khusus di Piala Asia, ini merupakan gelar perdana Qatar itu sejak melakoni debut di turnamen tersebut pada edisi 1980 silam.

Tampil dalam sembilan edisi terakhir Piala Asia, Qatar memang tidak pernah menembus fase semifinal. Prestasi terbaik tuan rumah Piala Dunia 2022 itu hanya sampai pada babak perempat final, tepatnya pada Piala Asia 2000 dan Piala Asia 2011. Penantian Qatar selama 38 tahun untuk bisa membawa pulang trofi Piala Asia akhirnya terhenti di tanah para emir, Uni Emirat Arab (UEA).

“Hari ini kami membuat sejarah untuk negara ini. Jadi, kami harus bangga dengan pencapaian ini. Ini satu langkah maju dalam kesiapan kami untuk 2022 dan ini menjadi fondasi kami untuk bisa mengembangkan kemampuan tim ini agar tampil kompetitif di Piala Dunia 2022,” ujar pelatih Qatar, Felix Sanchez, seperti dikutip Al Jazirah, Jumat (1/2).

Publik Qatar memang patut dan wajib berbangga dengan pencapaian tim berjuluk Al-Annabi atau Si Merah Maroon tersebut. Tidak hanya lantaran berhasil menjungkalkan Jepang, yang merupakan salah satu kandidat kuat juara, di partai final, tapi juga terkait dengan langkah impresif yang mereka torehkan di sepanjang gelaran Piala Asia 2019.

Sepak terjang Qatar di Piala Asia 2019 bisa dibilang begitu sempurna. Al-Annabi menorehkan tujuh kemenangan dari tujuh laga di sepanjang Piala Asia 2019. Bahkan, di tujuh laga tersebut, Qatar mampu mencetak 19 gol dan hanya kebobolan satu gol, tepatnya lewat gol Takumi Minamino di partai final.

Laju sempurna Qatar ini diawali dengan kemenangan 2-0 atas Lebanon di partai perdana penyisihan Grup E. Kemudian diikuti dengan pesta gol ke gawang Korea Utara, 6-0, dan ditambah dengan kemenangan 2-0 atas Arab Saudi di partai pamungkas penyisihan grup E. Sementara di fase gugur, Qatar mampu melewati adangan Irak, 1-0, Korea Selatan, 1-0, UEA, 4-0, dan akhirnya membungkam juara empat kali Piala Asia, Jepang, di partai final.

Torehan gelar Piala Asia 2019 ini kian istimewa lantaran Qatar juga berhasil merebut sebagian besar gelar individu. Gelar kiper terbaik sukses diraih kiper Qatar, Saad Al Sheeb. Bahkan, trofi pemain terbaik dan top skorer turnamen juga menjadi milik penyerang muda Qatar, Almoez Ali. Keberhasilan menyabet dua penghargaan individu paling bergengsi di turnamen itu membuat nama Almoez Ali menjadi sorotan.

Penyerang berusia 22 tahun itu berhak mendapatkan gelar sepatu emas Piala Asia 2019 dengan koleksi sembilan gol. Dengan torehan sembilan gol di Piala Asia 2019, penyerang keturunan Sudan ini sekaligus menumbangkan rekor milik penyerang Iran, Ali Daei. Ali menjadi pemain paling produktif dalam satu gelaran edisi Piala Asia, yang sebelumnya digenggam Daei yang mampu mencetak delapan gol pada Piala Asia 1996.

Ali pun tidak pernah menyangka bakal menyabet gelar sepatu emas Piala Asia 2019, sekaligus mencetak rekor baru dalam sejarah Piala Asia. “Saya memang berharap untuk mencetak gol, tapi saya tidak pernah menyangka bisa mencetak sembilan gol. Sebagai seorang penyerang saya akan merasa malu jika tidak bisa mencetak gol, tapi saya berhasil mencetak sembilan gol dari tujuh laga. Ini semua berkat bantuan rekan-rekan setim saya,” kata Ali, yang juga top skorer di ajang Piala Asia U23 di Cina, tahun lalu, di laman resmi AFC.

Namun, tantangan buat Qatar tentu tidak berhenti sampai disini. Setelah tampil menjadi yang terbaik di Piala Asia 2019, Qatar bakal menjajal kekuatan tim-tim di Amerika Selatan pada gelaran Copa America 2019, yang bakal digelar di Brasil pada Juni 2019 mendatang. Di turnamen tersebut, bersama Jepang, Qatar datang sebagai tim undangan.

Setelah itu, negara teluk itu akan bersiap untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Namun, untuk saat ini, biarkan publik Qatar berpesta dan menikmati masa-masa terindah dalam sejarah sepak bola mereka hingga sejauh ini.

“Penghargaan terbesar untuk para pahlawan kami di sepak bola, dan berhasil mewujudkan impian pada fans Qatar di seluruh dunia Arab,” tulis Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad, di akun media sosialnya, seperti dikutip Al Jazirah, Jumat, 1 Februari 2019.

Sumber: Republika.co.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News