oleh

Qimalaha Cup (QC) II: Laga 16 Besar Ricuh, Kades Wailukum Bersama timnya Tinggalkan Lapangan

LENTERA SPORT – Laga 16 besar, sepak bola antara Ps. Manitingting asal Desa Wailukum vs Jiko Monibar Fc asal Desa Soagimalaha pada Qimalaha Cup (QC) II yang dihelat di Kota Maba, Kabupaten Halmahera Timur ( Haltim ) berlangsung pada Senin, 25 Maret 2019, terjadi insiden perkelahian hingga pertandingan pun dihentikan sebelum laga berakhir.

Kericuhan terjadi pada babak kedua pertandingan itu, berawal dari aksi protes gol ketiga dari tim Jiko Monibar. Fc lantaran dianggap ofiside oleh pemain dan oficial asal tim Ps. Maniting – ting lalu terjadi pemukulan terhadap asisten wasit pada pertandingan tersebut. Akibatnya, sejumlah suporter pun turut ikut dalam inseden ini. Pihak Polres bersama panitia kegiatan tersebut ikut mengamankan hingga akhirnya wasit meniup fluit panjang tanda pertandingan berakhir dengan skor Jiko Monibar 3 – Maniting – ting 1.

Menanggapi hal ini, Kepala Desa Wailukum, Moh Kandung kepada reporter media ini mengatakan, dirinya menilai panitia khusnya di komite perwasitan telah berpihak kepada tim Jiko Monibar fc. asal Desa Soagimalaha sehingga ia merasa dirugikan. “Lesmen dianggap berpihah ke Jiko Monibar,” katanya.

“Saya kepala Desa wailukum bersama tim Ps Maniting-ting dan suporter bersepakat pulang meninggalkan lapangan pertandingan. Saya juga menganggap panitia dan Komite perwasitan tidak konsisten dalam sportifitas jalanya pertandingan,”tutupnya.

Rep: Ilham

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *